Selasa, 29 September 2026

Seberapa Terang ?

“Ia telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.”  1 Petrus 2:9

Kita tidak hanya dipanggil untuk keluar dari kegelapan; kita dipanggil untuk menjadi terang. Yesus berkata, “Kamu adalah terang dunia.” Tetapi pertanyaannya adalah: seberapa terang hidup kita? Karena terang tidak pernah dinilai dari pengakuannya, tetapi dari apa yang diteranginya. Kita bisa berbicara tentang terang, menyanyikan tentang terang, bahkan berkhotbah tentang terang, tetapi dunia akan mengenal Kristus ketika Kristus benar-benar terlihat melalui kehidupan kita. Terang tidak berdebat dengan kegelapan—terang hanya menyala, dan ketika terang datang, kegelapan kehilangan tempatnya.

Ada sebuah prinsip sederhana tentang api: semakin banyak kayu kering diletakkan di atas api, semakin besar nyalanya. Begitu juga dengan kehidupan kita bersama Tuhan. Api Tuhan tidak membutuhkan kita untuk membuatnya menjadi api; tetapi kehidupan yang diserahkan kepada Tuhan menyediakan bahan bakar bagi api itu untuk terus menyala. Doa, ketaatan, pengorbanan, menyangkal diri, mengampuni, memilih benar ketika tidak ada yang melihat, semuanya adalah “kayu” yang kita letakkan di atas mezbah. Sering kali kita berdoa, “Tuhan, nyalakan aku!” tetapi pertanyaan Tuhan mungkin justru, “Apa yang masih engkau tahan untuk kauletakkan di atas mezbah?”

Corrie ten Boom pernah mengalami kegelapan yang tidak mudah dibayangkan. Ia kehilangan keluarganya dan mengalami kekejaman kamp konsentrasi Nazi karena menolong orang Yahudi. Bertahun-tahun kemudian, ia berhadapan dengan seorang mantan penjaga kamp yang pernah menjadi bagian dari penderitaannya. Orang itu datang kepadanya dan meminta pengampunan. Corrie berkata bahwa ketika melihat tangan orang itu terulur, ia merasakan kebencian dan ketidakmampuan untuk mengampuni. Namun ia memilih mengulurkan tangannya juga. Di situlah terang menjadi terang. Bukan ketika kita berada di tempat yang nyaman, tetapi ketika di tempat paling gelap kita tetap memilih untuk membawa karakter Kristus. Kegelapan tidak dapat mengalahkan terang yang benar-benar menyala.

Mungkin Tuhan sedang membawa kita kembali kepada mezbah bukan untuk mengambil sesuatu dari kita, tetapi untuk membuat hidup kita lebih terang. Jangan hanya meminta Tuhan memakai hidup kita; berikan hidup kita kepada-Nya. Jangan hanya meminta api; berikan kayunya. Jangan hanya ingin dipakai Tuhan di depan banyak orang; izinkan Tuhan membakar kesombongan, kepahitan, kompromi, ketakutan, dan segala sesuatu yang menghalangi terang-Nya. Karena dunia tidak membutuhkan lebih banyak orang yang sekadar berkata, “Saya memiliki terang.” Dunia membutuhkan manusia yang ketika masuk ke dalam kegelapan, kegelapan itu mulai berubah karena Kristus di dalam dirinya. Maka pertanyaannya hari ini bukan lagi, “Apakah saya memiliki terang?” tetapi: “Seberapa terang Kristus sedang bercahaya melalui hidup saya?”


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar