Senin, 07 September 2026

Tidak ada pilihan kecuali Tuhan

 “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.” Mazmur 42:2 

Gambaran yang sering muncul dalam pikiran kita ketika membaca ayat ini adalah seekor rusa yang sedang berada di padang rumput hijau, lalu datang ke sungai yang sejuk dan meminum air dengan tenang. Tetapi gambaran yang lebih dekat dengan konteks Mazmur 42 adalah rusa yang berada dalam kondisi terdesak—berada di tempat yang kering dan membutuhkan air untuk bertahan hidup. Kerinduannya bukan sekadar, “Aku ingin minum,” tetapi, “Aku membutuhkan air, karena tanpa air aku akan mati.” Di situlah Daud menggambarkan kondisi jiwanya terhadap Tuhan.

Kata “merindukan” dalam bahasa Ibrani menggunakan kata עָרַג (‘arag), yang berarti to long for, pant, yearn ,merindukan dengan sangat dalam, bahkan seperti terengah-engah karena kebutuhan yang mendesak. Kata ini menggambarkan kerinduan yang begitu kuat sampai tubuh seolah-olah ikut mencari apa yang dibutuhkan. Jadi, Daud tidak sedang berbicara tentang kerinduan yang sentimental atau sekadar perasaan emosional kepada Tuhan. Ini adalah longing of the soul, jiwa yang sadar bahwa ada sesuatu yang tidak dapat digantikan oleh apa pun selain Tuhan sendiri.

Ada perbedaan antara “aku ingin Tuhan” dan “aku membutuhkan Tuhan.” Keinginan masih memberi ruang bagi pilihan lain. Tetapi kebutuhan membuat kita berkata, “Tidak ada pilihan lain.” Kita bisa kehilangan banyak hal dan masih melanjutkan hidup, tetapi ketika jiwa kehilangan Tuhan, ada sesuatu yang paling mendasar di dalam diri kita yang sedang mati. Daud sedang berada di tempat yang kering, dan justru di tempat itulah ia menyadari bahwa tidak ada keberhasilan, kenyamanan, manusia, pelayanan, pengalaman, atau berkat yang dapat menggantikan hadirat Tuhan. Only God can satisfy the longing of the soul.

Mungkin Tuhan sedang membawa kita ke sebuah musim di mana semua “sumber air” yang lain tidak lagi memuaskan. Bukan untuk menghukum kita, tetapi untuk mengajar kita mengenali satu kerinduan yang paling dalam: Tuhan sendiri. Rusa tidak mencari air karena air itu indah, tetapi karena hidupnya bergantung kepada air itu. Demikian juga kita: jangan sampai Tuhan hanya menjadi salah satu pilihan di antara banyak pilihan. Biarlah jiwa kita sampai pada titik di mana kita dapat berkata, “Tuhan, aku tidak hanya menginginkan Engkau. Aku membutuhkan Engkau. Tidak ada pilihan lain. Hanya Engkau yang dapat memuaskan jiwaku.”


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar