Minggu, 27 September 2026

Dibalik Penantian ada Manusia Roh yang dibentuk

 “Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.” Ibrani 6:15

Menunggu adalah salah satu cara Tuhan melatih manusia roh. Kata yang dipakai untuk “menanti dengan sabar” adalah makrothumeō, yang menggambarkan ketekunan dalam rentang waktu yang panjang,tetap bertahan ketika apa yang Tuhan katakan belum terlihat. Manusia daging ingin semuanya segera; manusia roh belajar tetap percaya meskipun waktu berjalan. Iman tidak hanya diuji ketika kita menghadapi masalah; iman juga diuji ketika Tuhan belum memberikan jawaban. Karena itu, musim menunggu bukan musim yang sia-sia. Di dalam penantian, Tuhan sedang melatih roh kita untuk tidak dikendalikan oleh keadaan, emosi, dan waktu.

Sering kali kita menginginkan janji Tuhan, tetapi tidak menginginkan proses yang membentuk kita untuk membawa janji itu. Abraham menerima janji, tetapi harus melewati tahun-tahun penantian sebelum melihat penggenapannya. Tuhan bukan hanya mempersiapkan apa yang akan kita terima; Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk apa yang akan kita terima. Penantian mematikan kebutuhan kita untuk mengontrol segala sesuatu dan mengajar kita mempercayai Pribadi yang memberikan janji. Kalau kita tidak bisa menunggu Tuhan, kita akan tergoda untuk menciptakan sesuatu yang Tuhan tidak pernah minta kita lahirkan. Ketidaksabaran sering membuat manusia mengambil alih pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh Tuhan.

Manusia roh belajar hidup bukan dari apa yang terlihat, tetapi dari apa yang Tuhan katakan. Abraham melihat tubuhnya yang semakin tua, tetapi ia tetap berpegang kepada janji Allah. Roma 4:20–21 berkata bahwa Abraham tidak bimbang terhadap janji Allah, tetapi “dengan penuh keyakinan” bahwa Allah berkuasa melaksanakan apa yang telah dijanjikan-Nya. Menunggu berarti membiarkan firman Tuhan menjadi lebih kuat daripada keadaan kita. Ketika waktu berkata, “terlambat,” manusia roh berkata, “Allah tetap setia.” Ketika keadaan berkata, “mustahil,” manusia roh berkata, “Allah sanggup.” Manusia roh tidak membutuhkan keadaan yang berubah terlebih dahulu untuk tetap percaya; ia percaya karena mengenal siapa yang telah berfirman.

Karena itu, jangan membenci musim menunggu. Bisa jadi Tuhan tidak sedang menahan janji-Nya; Tuhan sedang memperbesar manusia roh di dalam kita. Penantian memperbesar kapasitas iman, memurnikan motivasi, menundukkan jiwa kepada roh, dan mengajar kita bergantung sepenuhnya kepada Allah. Ada sesuatu yang hanya bisa dibentuk ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan secepat yang kita inginkan. Orang yang hanya kuat ketika menerima akan mudah jatuh ketika menunggu; tetapi manusia roh belajar tetap berdiri karena sumber hidupnya bukan pada hasil, melainkan pada Tuhan. Abraham menunggu, dan akhirnya memperoleh apa yang dijanjikan. Jangan hanya minta Tuhan mempercepat janji; mintalah Tuhan membentuk manusia roh yang sanggup membawa janji itu.


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar