Kamis, 10 September 2026

Perkataan Firman memiliki Kuasa

“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.”  Amsal 18:21

Tuhan menciptakan dunia melalui perkataan. “Berfirmanlah Allah…” lalu apa yang tidak ada menjadi ada. Karena itu, perkataan memiliki kuasa. Memang kita bukan Tuhan dan perkataan kita bukan menciptakan dari ketiadaan seperti Firman Allah, tetapi perkataan yang kita lepaskan dapat membangun atau menghancurkan, menghidupkan atau mematikan, membangkitkan iman atau menyalakan ketakutan.

Perhatikan: atmosfer sering mengikuti perkataan yang paling dominan. Satu perkataan yang penuh iman dapat menguatkan seseorang yang hampir menyerah. Sebaliknya, satu perkataan yang negatif dapat menghancurkan keberanian seseorang. Di dalam keluarga, pelayanan, dan komunitas, perkataan kita sedang membangun sesuatu. Kita tidak boleh berkata, “Saya cuma ngomong.” Tidak ada perkataan yang benar-benar “cuma ngomong” ketika perkataan itu masuk ke dalam hati seseorang.

Karena itu, jangan gunakan mulut kita untuk memperbesar masalah, tetapi gunakan mulut kita untuk memperbesar Tuhan di tengah masalah. Jangan terus berkata, “Tidak mungkin,” ketika Tuhan berkata Dia sanggup. Jangan terus berkata, “Saya gagal,” ketika Tuhan masih mengatakan ada masa depan. Perkataan iman tidak selalu langsung mengubah keadaan, tetapi perkataan iman mengubah manusia yang sedang menghadapi keadaan.

Hari ini sadarilah: setiap kali kita membuka mulut, kita sedang melepaskan sesuatu. Kita dapat melepaskan ketakutan atau iman, kutuk atau berkat, kematian atau kehidupan. Maka jangan sembarangan dengan perkataanmu. Apa yang keluar dari mulutmu sedang membangun atmosfer di sekitarmu.


BHS 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar