Ada seorang pebisnis yang taat kepada Tuhan. Ia membangun usaha dengan doa dan ketaatan karena ia percaya Tuhan yang memerintahkannya. Namun setelah lima tahun, bisnis itu bangkrut. Dengan hati hancur ia bertanya, “Tuhan, mengapa? Bukankah Engkau yang menyuruh?” Dan Tuhan menjawab, “Engkau membangun bisnis, tetapi Aku sedang membangun engkau.” Di mata manusia itu terlihat gagal, tetapi di mata Tuhan itu adalah proses pendewasaan. Dalam lima tahun itu, karakter dibentuk, hikmat diasah, dan cara mengelola kehidupan termasuk keuangan ditata ulang. Tuhan tidak pernah salah; sering kali yang Ia bangun bukan hasil luar, melainkan manusia di baliknya.
Firman Tuhan dengan jelas berkata, “Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah” (1 Korintus 3:9). Ayat ini menegaskan bahwa hidup kita bukan proyek pribadi, melainkan proyek ilahi. Tuhan adalah Arsitek, dan Ia bekerja dengan ketelitian. Kadang Ia merobohkan apa yang kita banggakan supaya fondasi yang benar bisa diletakkan. Jika fondasi tidak kuat, bangunan setinggi apa pun akan runtuh. Jangan terburu-buru menilai proses Tuhan hanya dari apa yang tampak di luar.Lihatlah Yusuf. Ia menerima mimpi dari Tuhan, tetapi sebelum mimpi itu tergenapi, hidupnya seakan runtuh: dijual, difitnah, dan dipenjara. Secara lahiriah, Yusuf gagal. Namun Tuhan sedang membangun integritas dan hikmat seorang pengelola bangsa (Kejadian 41). Musa pun harus melewati 40 tahun di padang gurun ,bukan untuk belajar memimpin orang banyak, tetapi untuk belajar dipimpin oleh Tuhan. Tuhan selalu membangun pribadi lebih dulu sebelum mempercayakan tanggung jawab besar.
Dalam sejarah kebangunan rohani, pola ini juga nyata. Banyak revivalist dibentuk melalui musim tersembunyi dan kegagalan. Tuhan lebih peduli pada siapa kita daripada apa yang kita hasilkan. Tuhan tidak sedang tergesa-gesa membangun sesuatu melalui kita; Ia sabar membangun kita bagi rencana-Nya. Ingatlah, kita ini bangunan Allah. Jangan menolak proses pembangunan-Nya, karena apa yang dibangun Tuhan dengan tangan-Nya sendiri tidak akan pernah sia-sia.
BHS
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar