Selasa, 06 Januari 2026

Kehidupan yang ditinggikan Tuhan

                 Firman Tuhan berkata, “Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu” (Yakobus 4:10). Ayat ini bukan sekadar penghiburan, tetapi perintah yang jelas. Kerendahan hati bukan sesuatu yang kita doakan kepada Tuhan, melainkan tanggung jawab yang harus kita lakukan. Perhatikan baik-baik: firman tidak berkata “mintalah supaya Tuhan merendahkanmu”, tetapi “humble yourself” — rendahkanlah dirimu. Bagian kita adalah merendahkan diri; bagian Tuhan adalah meninggikan. Ketika kita menukar peran itu, kita sedang keluar dari tatanan Kerajaan Allah.

Dalam bahasa Yunani, kata “rendahkanlah dirimu” adalah ταπεινώσατε (tapeinōsate), bentuk perintah aktif dari tapeinoō. Artinya: secara sadar memilih posisi rendah, menundukkan hati, dan mengakui ketergantungan penuh kepada Allah. Ini menegaskan bahwa kerendahan hati bukan sikap luar, bukan gaya bicara lembut atau tampilan sederhana, tetapi sikap hati di dalam. Seseorang bisa terlihat rohani di luar, namun tetap sombong di dalam. Kerendahan hati sejati terjadi ketika hati berhenti menuntut pengakuan dan memilih taat meski tidak dilihat.

Prinsip ini ditegaskan kembali oleh Yesus sendiri: “Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan” (Matius 23:12). Inilah hukum Kerajaan Allah yang tidak pernah berubah. Kita tidak perlu mempromosikan diri, membela diri, atau mengatur panggung hidup kita sendiri. Ketika hati kita rendah, Tuhan tidak pernah lalai untuk bertindak. Pengangkatan dari Tuhan selalu datang tepat waktu dan dengan cara yang tidak bisa dipalsukan manusia.

Sejarah gereja membuktikan hal ini. Billy Graham, seorang penginjil besar dengan pengaruh global, tetap menjaga hidupnya dalam kesederhanaan dan ketundukan. Ia tidak pernah menyebut dirinya tokoh besar, tidak mengejar popularitas, dan selalu mengembalikan kemuliaan kepada Tuhan. Kerendahan hatinya bukan strategi pelayanan, tetapi keputusan hati setiap hari. Dan justru karena itulah Tuhan mempercayakan pengaruh yang begitu luas kepadanya. Renungan ini mengingatkan kita: kerendahan hati adalah ketaatan, dan ketika kita setia merendahkan diri, Tuhan sendiri yang akan mengangkat hidup kita sesuai dengan kehendak-Nya.


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar