Senin, 12 Januari 2026

Setiap hari adalah peperangan rohani

            “Life is a battleground, not a playground.” sebuah statement lama yang pagi ini roh kudus ingatkan untuk kembali di renungkan, bahwa kehidupan ini bukan seperti taman bermain tetapi sebuah lantai pertempuran , antara yang buruk , baik dan yang benar,  Sadarilah, tidak ada hari netral dalam kehidupan rohani. Setiap hari adalah wilayah peperangan , entah kita berjaga atau lengah. Banyak orang tidak jatuh karena serangan besar, tetapi karena kehilangan kesadaran di hari-hari yang terasa “biasa”. Firman Tuhan berkata, “Sadarlah dan berjaga-jagalah!” (1 Petrus 5:8). Ini bukan saran rohani, tetapi perintah perang. Waktu, pikiran, dan fokus kita diperebutkan terus-menerus. Saat kita berhenti berjaga, musuh tidak perlu menyerang—cukup membuat kita merasa aman, nyaman, dan tidak sadar bahwa kita sedang berada di medan perang.

Sadarilah, Daud tidak menang karena keberanian sesaat, tetapi karena ia hidup sadar akan peperangan bahkan saat tidak ada musuh di depan mata. Di padang penggembalaan, Daud melawan singa dan beruang ketika tidak ada penonton. Di situlah mentalitas battleground dibentuk. Ia berkata, “TUHAN yang melepaskan aku…” (1 Samuel 17:37), karena ia terbiasa melihat Tuhan bekerja dalam keseharian. Peperangan besar di depan publik selalu dimenangkan oleh orang yang tidak lengah di musim sunyi.

Sadarilah, Yesus memperingatkan bahwa kegagalan rohani sering terjadi bukan karena musuh terlalu kuat, tetapi karena manusia berhenti berjaga. Di Getsemani Ia berkata, “Berjaga-jagalah dan berdoalah” (Matius 26:41). Murid-murid kalah bukan oleh serangan frontal, tetapi oleh kelelahan, kenyamanan, dan penundaan. Peperangan rohani jarang datang dengan alarm keras; ia datang pelan ,lewat doa yang ditunda, kekudusan yang dinegosiasikan, dan disiplin rohani yang dianggap tidak mendesak.

Karena itu hari-hari ini  kita harus membangun spiritual alarm atau isilahnya kesadaran rohani yang selalu aktif di medan perang. Alarm ini berbunyi saat hati mulai dingin, saat kompromi terasa wajar, dan saat kita mulai hidup tanpa urgensi. Firman Tuhan berseru, “Bangunlah, hai kamu yang tidur” (Efesus 5:14). Orang yang hidup di battleground tidak menunggu jatuh untuk sadar; ia bangun saat Roh Kudus menegur. Hidup ini bukan playground untuk lengah, tetapi battleground yang menuntut kewaspadaan setiap hari, karena dalam peperangan rohani musuh kita tidak pernah tertidur dan terus menerus mencari waktu untuk menjatuhkan kita. waspadalah ! 


BHS 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar