Kamis, 22 Januari 2026

Lakukan Bersama Surga

                    Pelipatgandaan sering kali tidak dimulai dari langit, tetapi dari apa yang sudah ada di tangan kita. Lima roti dan dua ikan tidak berlipat ganda saat masih di tangan anak itu, dan juga tidak bertambah saat ada di tangan Yesus. Alkitab mencatat bahwa pelipatgandaan itu terjadi ketika roti itu dibagikan oleh murid-murid kepada orang banyak (Matius 14:19–20). Di titik ketaatan itulah kuasa Allah bekerja. Tuhan tidak menunggu kita memiliki banyak, Ia menunggu kita mau bergerak dengan apa yang ada.

Hal yang sama terlihat dalam mujizat air menjadi anggur. Yesus tidak menciptakan anggur dari kehampaan, tetapi meminta para pelayan mengisi tempayan dengan air dan membawanya kepada pemimpin pesta (Yohanes 2:7–9). Mujizat itu terjadi di tengah pelayanan yang sederhana dan taat. Mereka tidak tahu kapan air itu berubah menjadi anggur, tetapi mereka tahu satu hal: mereka melakukan apa yang diperintahkan. Ketaatan membuka ruang bagi perkara supranatural.

Sering kali kita berdoa meminta Tuhan bekerja, padahal Tuhan sedang menunggu tangan kita melangkah lebih dulu. Banyak orang menanti mujizat tanpa mau terlibat dalam prosesnya. Padahal, Allah memilih untuk menyalurkan kuasa-Nya melalui manusia. Firman Tuhan berkata, “Kami adalah kawan sekerja Allah” (1 Korintus 3:9). Ini bukan tentang siapa yang lebih berperan, tetapi tentang kerja sama ilahi ,surga memberi kuasa, bumi menyediakan ketaatan.

Pelipatgandaan jiwa-jiwa tidak pernah dimulai dari orang yang selalu menunggu, tetapi dari orang yang menuai. Jangan menunggu jiwa-jiwa dilipatgandakan , kitalah yang harus turun ke ladang dan menuai. Ladang tidak berubah karena doa tanpa langkah, dan tuaian tidak terjadi karena harapan tanpa ketaatan. Jangan menunggu berkat turun dari langit, kerjakan apa yang ada di tanganmu hari ini. Lima roti dan dua ikan tidak menjadi mujizat saat disimpan, tidak bertambah saat dikagumi, tetapi dilipatgandakan saat diserahkan dan dibagikan. Apa yang tidak dikerjakan tidak akan pernah dilipatgandakan. Benih yang ditahan tidak akan bertumbuh, tetapi benih yang ditabur selalu berbicara tentang hasil dan tuaian (2 Korintus 9:6). Ketika tangan kita bergerak, surga merespons. Ketika kaki kita melangkah, Tuhan menyerahkan tanah itu kepada kita. Mujizat mengalir dari tangan yang mau bekerja, dan pelipatgandaan dilepaskan melalui ketaatan yang berani bertindak. Jangan menunggu musim yang sempurna mbergeraklah, karena pelipatgandaan dilepaskan di tengah ketaatan, bukan di ruang penantian.


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar