Senin, 19 Januari 2026

Seorang Ibu Yang Membangun Masa Depan

                  Yokhebed adalah gambaran seorang perempuan yang tidak dikenal dunia, tetapi sangat berfungsi bagi Kerajaan Allah. Ia tidak berdiri di panggung, tidak memiliki jabatan, dan namanya jarang disebut. Namun dari hidupnya, Tuhan melahirkan rencana besar. Dari rahim satu perempuan lahir Musa, pembebas Israel; Harun, imam besar pertama; dan Miryam, nabi perempuan serta pemimpin pujian. Firman Tuhan berkata bahwa Allah sering memakai yang kecil dan tersembunyi untuk menggenapi kehendak-Nya (1 Korintus 1:27). Dalam Kerajaan Allah, yang terpenting bukanlah dikenal, tetapi setia pada fungsi.

Kekuatan Yokhebed terlihat dari caranya membangun rumah. Rumahnya bukan sekadar tempat tinggal, melainkan tempat iman ditanam dan identitas rohani dibentuk. Di dalam rumah itulah Musa belajar takut akan Tuhan, Harun mengenal panggilan imamat, dan Miryam bertumbuh sebagai nabi. Kebenaran ini ditegaskan firman Tuhan: “Perempuan yang bijak membangun rumahnya, tetapi yang bodoh merobohkannya dengan tangannya sendiri” (Amsal 14:1). Apa yang dibangun dengan iman di dalam rumah akan menentukan arah generasi di masa depan.

Yokhebed tidak keluar dari posisinya  sebagai seorang ibu, tetapi justru membangkitkan raksasa iman dari tempat ia berdiri. Ia setia dalam perkara yang kelihatan kecil ,mengandung, merawat, mengajar, dan berdoa , namun Tuhan mempercayakan perkara besar kepadanya. Firman Tuhan berkata, “Barangsiapa setia dalam perkara kecil, ia setia juga dalam perkara besar” (Lukas 16:10). Dari ketaatan seorang ibu, Tuhan membangkitkan pemimpin bangsa, imam, dan nabi.

Renungan ini adalah panggilan bagi wanita-wanita rohani di zaman ini. Waktunya perempuan-perempuan Tuhan dibangkitkan untuk berdiri di posisi mereka, membangun mezbah keluarga, dan melahirkan generasi yang takut akan Tuhan. Firman berkata, “Sesungguhnya, anak-anak adalah milik pusaka dari TUHAN” (Mazmur 127:3), dan “anak-anakmu seperti anak panah di tangan pahlawan” (Mazmur 127:4). Bagi para wanita dan ibu-ibu: apa yang kalian tabur di rumahmu tidak akan pernah sia-sia. Doa-doa yang dinaikkan di kamar tersembunyi, air mata yang jatuh di hadapan Tuhan, firman yang ditanamkan kepada suami dan anak-anak—semuanya dicatat di hadapan Allah. Rumahmu adalah mimbar pertama, dan hidupmu adalah khotbah yang paling kuat. Bawalah kemuliaan Tuhan di rumahmu. Seperti Yokhebed, ketika seorang perempuan memilih hidup untuk memuliakan Tuhan, ia sedang membangun masa depan Kerajaan Allah yang dimulai dari rumahnya sendiri.


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar