Terah adalah orang pertama yang memulai perjalanan menuju tanah perjanjian. Kejadian 11:31 mencatat bahwa Terah membawa Abram dan keluarganya keluar dari Ur-Kasdim dengan arah yang jelas: tanah Kanaan. Ini bukan perjalanan tanpa visi , ini adalah langkah yang benar, respons awal terhadap panggilan Tuhan. Namun tragedinya bukan karena Terah salah arah, melainkan karena ia berhenti sebelum tiba. Alkitab berkata mereka “sampai di Haran, lalu menetap di sana.” Tuhan tidak pernah berkata, “tinggallah di Haran.” Haran bukan tujuan; Haran hanyalah persinggahan.
Berhentinya Terah bukan soal jarak, tetapi soal hati. Haran adalah nama anak Terah yang telah mati (Kej. 11:27). Ia berhenti di tempat yang secara emosional aman, tempat kenangan, tempat luka. Di sinilah banyak orang gagal menyelesaikan panggilan: perasaan yang tidak diserahkan kepada Tuhan mulai menggantikan ketaatan. Terah tidak memberontak, tidak kembali ke Ur, ia hanya berhenti. Dan sering kali, berhenti di tengah jalan terlihat rohani, padahal sesungguhnya itu adalah ketaatan yang terpotong.
Haran menggambarkan zona nyaman rohani , cukup dekat dari dunia, tetapi masih jauh dari janji. Di Haran hidup terasa stabil, aman, dan tidak menuntut iman lebih. Sama seperti Gosyen bagi Israel: tempat pemeliharaan, tetapi bukan tanah perjanjian. Banyak orang puas hidup di wilayah antara,sudah diselamatkan, sudah melayani, sudah diberkati—tetapi tidak pernah masuk kepenuhan rencana Tuhan. Firman Tuhan memperingatkan, “Hati itu licik, lebih dari segala sesuatu” (Yeremia 17:9). Hati yang mencari kenyamanan akan selalu menemukan alasan untuk berhenti.Karena itu, pesan Tuhan hari ini jelas : jangan berhenti di Haran. Tuhan memanggil kita bukan hanya untuk berangkat, tetapi untuk menyelesaikan perjalanan. Doa yang harus terus dinaikkan adalah doa Daud: “Ciptakanlah hati yang bersih dalam diriku, ya Allah” (Mazmur 51:12). Jangan biarkan luka, nostalgia, atau kenyamanan mencuri arah panggilan. Haran bukan tujuan. Kanaanlah janji. Dan hanya mereka yang terus melangkah dengan hati yang dimurnikan yang akan masuk ke dalam apa yang Tuhan sediakan.
BHS

Tidak ada komentar:
Posting Komentar