Minggu, 11 Januari 2026

Ketaatan kita jawaban bagi orang lain

                      Ketaatan kita kepada Tuhan, tetapi dampaknya selalu mengalir kepada orang lain. Sering kali kita mengira ketaatan hanyalah urusan pribadi antara kita dan Tuhan—soal iman, pertumbuhan rohani, atau berkat dalam hidup kita sendiri. Namun Alkitab menunjukkan kebenaran yang lebih dalam: ketaatan kita hampir tidak pernah berhenti pada diri kita sendiri. Di balik setiap ketaatan, ada orang lain yang sedang menunggu jawaban Tuhan.

Kisah Abraham dan Ishak dalam Kejadian 22 memperlihatkan prinsip ini dengan sangat jelas. Ketika Abraham taat mempersembahkan Ishak, itu memang tampak seperti ujian iman pribadi. Tetapi sesungguhnya, ketaatan itu membuka pintu berkat lintas generasi. Tuhan berkata, “Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat.” Abraham tidak sedang menjawab doanya sendiri. Ketaatannya menjadi jawaban Tuhan bagi bangsa-bangsa yang bahkan belum lahir. Satu tindakan ketaatan membuka aliran berkat profetik yang menjangkau jauh melampaui hidupnya.

Hal yang sama terjadi dalam kisah Maria di Lukas 1:38. Ketika Maria berkata, “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataan-Mu,” ia tidak hanya sedang menyerahkan hidupnya kepada rencana Allah. Kalimat sederhana itu menjadi jawaban atas ratusan tahun doa dan penantian bangsa Israel akan Mesias. Doa para nabi, ratapan para imam, dan kerinduan umat Allah dijawab melalui kesediaan satu pribadi untuk berkata “ya.” Sering kali, jawaban Tuhan atas doa-doa besar tersembunyi dalam ketaatan pribadi yang terlihat kecil.

Puncaknya kita melihat dalam ketaatan Yesus sendiri. Filipi 2:8 berkata bahwa Yesus taat sampai mati di kayu salib. Ketaatan-Nya menjadi jawaban doa terbesar umat manusia: keselamatan. Doa tentang penebusan, pemulihan hubungan dengan Bapa, dan pelepasan dari dosa tidak dijawab dengan kata-kata, tetapi dengan ketaatan total. Melalui ketaatan satu Pribadi, dunia menerima hidup.

Di bagian akhir ini kita mengerti satu kebenaran yang sangat penting: ketaatan kita adalah jawaban bagi orang lain. Bahkan, ketaatan kita hari ini bisa menjadi jawaban bagi generasi selanjutnya dan bagi orang-orang yang tidak pernah kita kenal namanya. Ketaatanmu hari ini melakukan kehendak Tuhan bisa menjadi jawaban doa bagi satu keluarga yang sedang berjuang bertahan hidup. Ketaatanmu untuk mendoakan seorang yang sakit bisa menjadi jawaban kesembuhan bagi orang itu.

Karena itu, jangan tunda ketaatanmu. Jangan remehkan dorongan Tuhan di hatimu. Apa yang Tuhan minta engkau lakukan hari ini mungkin sedang ditunggu oleh orang lain sebagai jawaban doa mereka. 


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar