Minggu, 25 Januari 2026

Satu Jiwa Sangat Berharga

                  Memperjuangkan satu jiwa bukanlah aktivitas biasa, ini adalah peperangan rohani. Satu jiwa selalu berada di tengah konflik rohani antara kehendak Tuhan dan pekerjaan lawan. Tuhan rindu menyelamatkan, memulihkan, dan membawa manusia masuk ke dalam terang-Nya. Sebaliknya, iblis berusaha membutakan pikiran, menahan hati, dan menjauhkan jiwa dari kebenaran. Karena itu, ketika satu jiwa mulai didoakan, ketika satu nama mulai disebut di hadapan Tuhan, gesekan rohani pasti terjadi. Tidak ada doa syafaat yang sungguh-sungguh tanpa perlawanan, karena doa menyentuh wilayah otoritas.

Alkitab dengan jelas menunjukkan bahwa satu jiwa bernilai sangat besar di mata Tuhan. Yesus berkata, “Akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat” (Lukas 15:7). Sukacita ini bukan tanpa alasan. Jika kita melihat apa yang dikerjakan Yesus, kita akan memahami nilainya: Ia mati untuk manusia. Ia membayar harga penebusan bukan dengan emas atau perak, tetapi dengan nyawa-Nya sendiri. Salib adalah bukti bahwa di hadapan-Nya, manusia bukan angka, bukan statistik, melainkan pribadi yang sangat berharga. Satu jiwa cukup bernilai untuk darah Anak Domba Allah dicurahkan. Sukacita di surga menandakan bahwa sebuah peperangan rohani telah dimenangkan. Pertobatan bukan sekadar perubahan keputusan moral atau emosi sesaat, tetapi perpindahan otoritas , dari kuasa kegelapan kepada Kerajaan terang, dari cengkeraman dosa kepada pemerintahan Kristus. Saat satu jiwa bertobat, rantai dipatahkan, klaim musuh dibatalkan, dan hak kepemilikan berpindah tangan. Itulah sebabnya surga bersorak, karena Kerajaan Allah maju. Dan itulah sebabnya neraka kehilangan pekerjaannya, karena satu jiwa yang tadinya terikat kini dilepaskan.

Yesus mencontohkan sikap ini dengan jelas. Ia meninggalkan 99 domba dan mencari yang satu. (Lukas 15:4). Ini bukan soal angka, tetapi soal tanggung jawab rohani. Yesus tidak menunggu domba itu kembali sendiri; Dia aktif mengejar. Sering kali satu jiwa tidak dimenangkan lewat satu momen besar, tetapi lewat doa yang konsisten, kasih yang sabar, dan keberanian untuk tetap hadir meski ditolak.

Kalau kita sungguh percaya akan lawatan Tuhan dan tuaian jiwa-jiwa, maka kita harus mengerti bahwa tuaian besar dibangun dari kesetiaan dalam peperangan rohani satu demi satu jiwa. Mulailah dari satu nama yang Tuhan taruh di hatimu. Doakan terus. Deklarasikan Firman. Berdirilah sebagai penjaga. Karena di hadapan surga, kesetiaan memperjuangkan satu jiwa adalah tindakan iman yang sangat berharga.jadi , Siapa yang kamu sedang perjuangkan? 


BHS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar