Memperjuangkan satu jiwa bukanlah aktivitas biasa, ini adalah peperangan rohani. Satu jiwa selalu berada di tengah konflik rohani antara kehendak Tuhan dan pekerjaan lawan. Tuhan rindu menyelamatkan, memulihkan, dan membawa manusia masuk ke dalam terang-Nya. Sebaliknya, iblis berusaha membutakan pikiran, menahan hati, dan menjauhkan jiwa dari kebenaran. Karena itu, ketika satu jiwa mulai didoakan, ketika satu nama mulai disebut di hadapan Tuhan, gesekan rohani pasti terjadi. Tidak ada doa syafaat yang sungguh-sungguh tanpa perlawanan, karena doa menyentuh wilayah otoritas.
Yesus mencontohkan sikap ini dengan jelas. Ia meninggalkan 99 domba dan mencari yang satu. (Lukas 15:4). Ini bukan soal angka, tetapi soal tanggung jawab rohani. Yesus tidak menunggu domba itu kembali sendiri; Dia aktif mengejar. Sering kali satu jiwa tidak dimenangkan lewat satu momen besar, tetapi lewat doa yang konsisten, kasih yang sabar, dan keberanian untuk tetap hadir meski ditolak.
Kalau kita sungguh percaya akan lawatan Tuhan dan tuaian jiwa-jiwa, maka kita harus mengerti bahwa tuaian besar dibangun dari kesetiaan dalam peperangan rohani satu demi satu jiwa. Mulailah dari satu nama yang Tuhan taruh di hatimu. Doakan terus. Deklarasikan Firman. Berdirilah sebagai penjaga. Karena di hadapan surga, kesetiaan memperjuangkan satu jiwa adalah tindakan iman yang sangat berharga.jadi , Siapa yang kamu sedang perjuangkan?
BHS
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar