Generasi ini sedang bergumul dengan tiga masalah utama yang serius ( generasi itu adalah kita hari ini , tidak melulu anak-anak muda ) : degradasi, stagnansi, dan deviasi. Degradasi berbicara tentang penurunan kualitas iman dan karakter; stagnansi tentang kehidupan rohani yang berhenti bertumbuh; dan deviasi tentang penyimpangan arah dari kebenaran. Pada kesempatan ini, kita menekankan satu hal yang paling halus namun paling berbahaya: deviasi karena ia sering terjadi tanpa disadari.
Di tengah dunia yang bergerak cepat dan penuh suara, banyak orang merasa selama masih menyebut nama Tuhan, semuanya baik-baik saja. Namun Alkitab mengingatkan kita untuk tidak lengah, sebab bahaya terbesar sering kali bukan penolakan terang-terangan terhadap kebenaran, melainkan pergeseran kecil yang nyaris tak terasa. Dari sinilah deviasi dimulai—pelan, halus, dan tampak tidak berbahaya. “Sedikit ragi sudah menghamirkan seluruh adonan” (Galatia 5:9). Hati-hati dengan penyimpangan. Deviasi jarang datang dalam bentuk pemberontakan terbuka, tetapi melalui kompromi kecil dan pembenaran yang terdengar masuk akal bahkan rohani. Masalah generasi hari ini adalah kebenaran mulai diukur dengan perasaan dan pengalaman, bukan lagi dengan firman. Apa yang terasa nyaman dianggap benar. Padahal firman Tuhan berkata, “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut” (Amsal 14:12). Ketika standar kebenaran bergeser sedikit demi sedikit, kepekaan rohani pun memudar.Kita melihat contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Awalnya kejujuran dikompromikan demi “bertahan hidup”, lalu kebiasaan berbohong kecil dianggap wajar. Kekudusan hubungan mulai ditawar dengan alasan cinta dan kebutuhan emosional, sampai akhirnya batas-batas moral runtuh. Disiplin rohani digantikan kesibukan, ibadah menjadi opsional, dan firman hanya dikonsumsi jika tidak menyinggung perasaan. Pergeseran nilai ini tidak membunuh secara instan, tetapi perlahan mematikan suara hati, melemahkan iman, dan menjauhkan manusia dari kebenaran sejati. Inilah bahaya deviasi: ia tidak menghancurkan sekaligus, tetapi membawa kematian rohani sedikit demi sedikit, sampai seseorang sadar bahwa ia telah berjalan jauh dari jalan Tuhan.
BHS
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar